Tidak sedikit yang berakhir dengan penyesalan
akibat keblinger atas dorongan untuk menjadi terkenal.
Seorang dokter tidak segan-segan untuk membuat
video yang terkesan melecehkan wanita, dan banyak video prank yang mulai
lewat batas kesopanan dan keadaban kita.
Baca Juga:
Sentil Petugas SPPG yang Sering Blunder di Medsos, Gus Miftah: yang Rusak Kelakuan SPPG, yang Disalahkan Presidennya
Ini semua terjadi karena jadi pusat perhatian
terlihat sebegitu menariknya.
Perhatian memang begitu berharganya karena
hanya dari perhatian pintu menuju memori dipertahankan.
Tidak ada ingatan dan memori yang terbentuk
tanpa melalui perhatian, sadar maupun bawah sadar.
Baca Juga:
Dinas Pendidikan Provinsi Papua Larang Penggunaan HP di Sekolah
Maka dari itu pula kita mencari perhatian pada
lawan jenis yang menarik hati kita berharap diingat untuk kemudian berlanjut ke
tahap selanjutnya.
Kita mencari perhatian dari atasan kita, rekan
kerja, teman-teman agar kesempatan untuk diingat, dan disenangi terbuka.
Iklan-iklan pun semakin "caper" dengan berbagai
dramatisasi receh, norak, hingga fantastis.