Alih-alih berbagi kepada banyak orang secara online, mereka memilih komunikasi langsung yang lebih tulus dan bermakna.
Kondisi ini juga membuat mereka lebih mandiri secara emosional karena tidak bergantung pada respons atau perbandingan sosial di media digital.
Baca Juga:
Sebutan "Bodat", Ketua DPRD Dairi Disomasi Kepala SD
“Menjauh dari perbandingan sosial di media digital dapat membantu menjaga kesehatan mental,” ungkap sumber tersebut.
Terakhir, keputusan untuk tidak ikut dalam tren oversharing menunjukkan tingkat kendali diri yang tinggi.
Mereka mampu menahan dorongan untuk membagikan sesuatu hanya karena tekanan sosial atau keinginan sesaat.
Baca Juga:
Daftar Password Paling Mudah Dibobol, Banyak yang Masih Digunakan
Kemampuan ini mencerminkan self-regulation yang baik, yakni kontrol sadar terhadap perilaku, emosi, dan keputusan.
Pada akhirnya, tidak memposting kehidupan pribadi bukan berarti seseorang tidak bahagia atau tidak memiliki kehidupan menarik.
Justru, mereka kerap menikmati hidup dengan cara yang lebih tenang, autentik, dan bermakna di tengah dunia yang semakin terbuka secara digital.