Setelah dikumpulkan, unta harus diangkut menuju fasilitas pengolahan atau pelabuhan sehingga menambah biaya logistik untuk setiap ekor.
Proses pemeriksaan kesehatan dan berbagai persiapan lain yang diperlukan sebelum ekspor turut meningkatkan biaya perdagangan unta Australia.
Baca Juga:
Petugas Satwa Gerebek Peternakan Kecoa Ilegal Rp2,5 Miliar, 100 Ribu Ekor Disita
Rangkaian proses tersebut membuat biaya membawa seekor unta dari pedalaman menuju pasar domestik maupun internasional menjadi relatif tinggi.
Sebagian perdagangan unta Australia kemudian diarahkan menuju sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Indonesia.
Selain perdagangan hewan hidup, potensi ekonomi juga mulai berkembang melalui produk turunannya seperti daging dan susu unta.
Baca Juga:
Populasinya Meledak dan Rugikan Negara, Australia Punya Cara Tak Biasa Atasi Ikan Mas
Susu unta menjadi salah satu produk yang menarik perhatian karena dapat dipasarkan sebagai produk premium dengan harga jual relatif tinggi.
Potensi harga premium tersebut membuka peluang bagi peternakan unta untuk mengembangkan pasar yang berbeda dari peternakan konvensional.
Namun, tingginya harga jual susu unta belum otomatis membuat seluruh usaha peternakan unta di Australia mampu menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.