WahanaNews.co | Dunia penerbangan termasuk yang sangat terdampak
pandemi Covid-19. Banyak pekerja di maskapai penerbangan kehilangan pekerjaan,
termasuk pramugari dan pramugara. Salah satunya
dialami seorang pramugara
asal Malaysia.
Setelah dipecat dari perusahaan penerbangan tempatnya bekerja, dia menekuni profesi sementara sebagai seorang
fisioterapis.
Baca Juga:
Wilayah Malaysia Kini Resmi Milik RI, Tambah 127,3 Ha
Pramugara bernama Mohammad Fahmi Alwi itu awalnya tidak
menyangka masuk dalam salah satu pegawai yang diberhentikan oleh perusahaan.
Namun dia memutuskan tidak menyerah setelah mendengar keputusan
mengejutkan itu, Alwi tak mau larut dalam kesedihan dan mulai memikirkan
langkah baru untuk meneruskan kehidupan.
Dilansir dari laman mStar,
Sabtu (7/11/2020),
pria berusia 30 tahun itu mengaku sedih pekerjaannya sebagai pramugara harus
terhenti tahun ini. Dia terakhir kali terbang pada September lalu.
Baca Juga:
Di Malaysia Banyak Anak Muda Jantungnya Mulai Rusak, Ini Awalnya
"Tentu saya sangat sedih karena itulah pekerjaan tetap
pertama saya setelah kuliah. Awalnya saya sempat syok sampai mengurung diri
dalam kamar selama dua hari," kenangnya.
"Saya memang suka dunia penerbangan karena selain banyak
mendapat pengalaman, profesi ini juga sangat menjanjikan dan memberi peluang untuk
membeli mobil dan rumah sendiri," lanjut pria yang telah bekerja jadi pramugara selama lebih dari lima
tahun ini.
Pengalaman paling berkesan dan menyentuh emosi Alwi selama
bekerja adalah ketika dia bisa menunaikan ibadah haji bersama ibunya pada tahun
lalu.