WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan perang di Teluk Persia membuat jalur energi dunia tersendat, namun Iran justru membuka jalan bagi kapal tanker negara tertentu, termasuk Malaysia.
Sejak konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memanas, banyak kapal tanker tertahan di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia karena tidak dapat melintasi Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global.
Baca Juga:
Intelijen AS Heran, Kekuatan Rudal Iran Tetap Utuh Meski Diserang Berminggu-minggu
Iran yang menguasai Selat Hormuz kemudian secara bertahap memberikan izin kepada sejumlah kapal dari negara tertentu untuk keluar membawa muatan minyak dan gas alam.
Malaysia menjadi salah satu negara yang mendapatkan kelonggaran tersebut, dengan tujuh kapal tankernya diizinkan melintas oleh otoritas Iran.
Salah satu kapal yang memperoleh izin tersebut merupakan milik perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas.
Baca Juga:
Iran Catat Rekor Dunia, Internet Mati 37 Hari Nonstop
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkap peran diplomasi dalam keberhasilan tersebut melalui komunikasi langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Dalam sambutannya di Johor Bahru pada Minggu (5/4/2026), Anwar menyampaikan bahwa hubungan baik antara Malaysia dan Iran memberikan dampak nyata.
“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” ujar Anwar.