Ayah
Laifa, Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah salah seorang kepala negara
yang paling kaya di dunia, penguasa Dubai dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab.
Pada video yang direkam dalam jangka waktu beberapa bulan di
telepon seluler, terungkap bahwa Latifa diam-diam diberikan waktu satu tahun
setelah ia ditangkap lagi dan kembali ke Dubai.
Baca Juga:
Dari Menantu Glamor Jadi Otak Pembunuhan di Pekanbaru, Kisah Anisa Bikin Merinding
Ia
merekam video itu di kamar mandi, sebagai satu-satunya tempat yang bisa
dikunci.
Dalam
pesannya itu, ia mengatakan: Ia melawan tentara yang menariknya dari kapal
dengan "menendang dan berjuang" dan menggigit salah satu tangan
tentara sampai tentara menjerit.
Setelah
dibius, ia pingsan, lalu dibawa dengan pesawat pribadi, dan
tidak terbangun sampai mendarat di Dubai.
Baca Juga:
Waspada, Ini Ciri-ciri Ayah Toxic yang Bisa Merusak Mental Anak
Ia
disekap sendiri tanpa akses medis atau bantuan hukum di vila dengan jendela dan
kamar ditutup dengan penjagaan polisi.
Kisah
penangkapan dan penyekapan Latifa diungkap kepada Panorama oleh teman dekat Latifa, Tiina Jauhiainen, sepupu Marcus Essabri
dan pegiat David Haigh, yang membentuk gerakan Free Latifa, atau Bebaskan
Latifa.
Mereka
mengatakan, mereka mengambil keputusan sulit untuk mengeluarkan pesan-pesan itu
karena khawatir atas keselamatan Latifa.