Mereka
inilah yang dapat menjalin kontak dengan Latifa di tengah penyekapannya
di vila di Dubai, dengan jendela berterali dan penjagaan polisi.
Panorama secara independen memverifikasi
rincian tempat Latifa disekap.
Baca Juga:
Raih Emas SEA Games 2025, Robby Antasyafi Prioritaskan Bonus untuk Keluarga dan Masa Depan
Syeikh
Mohammed berhasil membangun kota itu namun para pegiat hak asasi mengatakan tak
ada toleransi terhadap mereka yang menentang penguasa dan sistem peradilan
dapat mendiskriminasikan perempuan.
Syeikh
Mohammed memiliki usaha balap kuda dan sering menghadiri acara besar termasuk
Royal Ascot di Inggris, dan pernah berfoto dengan Ratu Elizabeth II.
Namun
sang syeikh sering menghadapi kritikan berat terkait perlakuan terhadap Putri
Latifa dan ibu tirinya, Putri Haya Bint Al Hussain, yang lari ke London pada
2019 dengan dua anaknya.
Baca Juga:
Jimmy Rekartono Meninggal Mendadak Saat Venna Melinda Berlibur di Bali
Lari dengan
Kapal
Latifa,
kini berusia 35 tahun, pertama mencoba lari pada usia 16 tahun setelah
mengontak pengusaha Perancis, Herve Jaubert, pada 2011, dengan menyusun rencana pelarian.