Ketika kita membenci, kita merasa memegang kendali, seolah-olah kebencian itu memberikan pembenaran moral atas ketidakadilan yang kita rasakan.
Kedua, kebencian sering kali dikaitkan dengan ego. Memaafkan dianggap sebagai tanda kelemahan, padahal sebaliknya, memaafkan adalah tanda kekuatan emosional yang luar biasa.
Baca Juga:
Pakar Hukum Nilai Surat Anak Riza Chalid dari Bui Upaya Buat Narasi Jadi Korban
Ketiga, kebencian bisa menjadi "lingkaran setan." Ketika kita membenci seseorang, kita cenderung bertindak dengan cara yang memicu respons negatif dari mereka, yang kemudian memperkuat kebencian kita.
Pola ini sulit dihentikan tanpa kesadaran diri yang mendalam.
Bagaimana Mengatasinya?
Baca Juga:
Polisi Tangkap Admin Medsos yang Diduga Sebar Kebencian dan Hoaks
• Kenali Akar Kebencian
Cobalah jujur pada dirimu sendiri: apa sebenarnya yang membuatmu begitu membenci orang tersebut? Apakah itu benar-benar tentang mereka, atau lebih tentang perasaan tidak aman atau luka lama dalam dirimu?
• Empati dan Perspektif Baru