Konservasi Badak
Badak diburu
karena culanya.
Baca Juga:
Bukan Cuma Listrik, PLN UP3 Palu Perkuat Ekosistem Pesisir Lewat 1.000 Mangrove
Masih banyak
kebudayaan di Asia yang percaya bahwa cula badak merupakan obat tradisional
untuk berbagai penyakit, bahkan termasuk kanker.
Namun, secara
medis, "manfaat" cula badak tidak pernah terbukti.
Di luar
perburuan, badak menghadapi permasalahan besar lain, yaitu kesulitan bekembang
biak.
Baca Juga:
PLN Indonesia Power Gandeng Warga dan Kelompok Tani untuk Perkuat Konservasi Lingkungan
Selama 40
tahun penelitian, ditemukan bahwa sebanyak 70 persen populasi badak sumatera
betina (baik di penangkaran maupun di alam bebas) mengalami kendala reproduksi,
berupa timbulnya tumor dan kista dalam uterus (Schaffer, Agil, Zainudin 2020).
Artinya,
kehamilan alami (tanpa bantuan) dua kali lipat lebih mungkin untuk gagal
dibandingkan dengan berhasil.
Oleh karena
itu, diperlukan bantuan khusus campur tangan manusia, setidaknya sampai
populasinya kembali aman.