Seperti di
Malaysia juga, tanpa bantuan penangkaran konservasi, badak sumatera akan punah
dari alam.
Terobosan
telah dibangun, melalui RAD-Rencana Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak
(2018-2021) oleh Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.
Baca Juga:
Aktifitas Galian yang Diduga Ilegal di Lumbanjulu, DISLINDUP Toba: Kalau Ada Korban Nyawa Bisa Langsung Memberhentikan Kegiatan
Bagi populasi
dengan jumlah 15 individu atau lebih, dilaksanakan aksi darurat dalam bentuk
perlindungan intensif dan monitoring populasi.
Namun, untuk
populasi yang terisolasi dalam kantong atau fragmen hutan dengan jumlah kurang
dari 15 individu dilakukan penyelamatan individu ke suaka badak sumatera.
Bagaimanapun,
RAD tersebut telah hampir habis masa berlakunya sehingga perlu diperbarui
dengan data terbaru, termasuk menurun drastisnya populasi badak di Way Kambas.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Minta Penanganan Sampah Jadi Bagian Kerja Sama Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup
Hal yang akan
lebih kontroversial, tetapi sangat logis adalah keperluan menangkap dan
menangkarkan badak yang terbukti sehat dan memiliki kemampuan berbiak.
Selama ini
badak yang ditangkarkan diambil dari populasi yang ternyata memiliki masalah
reproduksi sehingga di alam pun sulit berbiak.