WahanaNews.co | Jarang bergerak tak hanya berdampak buruk pada orang dewasa, namun juga pada anak.
Ada beberapa dampak jarang gerak pada anak yang perlu diwaspadai orang tua.
Baca Juga:
PP Nomor 17 Tahun 2025, Langkah Nyata Pemerintah Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, setidaknya anak-anak perlu melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi selama 60 menit setiap harinya.
Sayangnya, Indonesia dinilai lemah dalam menjaga kebugaran jasmani anak yang mendapatkan nilai F oleh dunia.
"Jadi untuk 24 hours movement behavior, nilainya F, jadi yang terendah. F itu merespons di under 20 persen dari jumlah populasi [di Indonesia]," kata Country Leader Active Healthy Kids Indonesia, Agus Mahendra di Jakarta, Senin (14/11).
Baca Juga:
Kesal Disuruh Nyadap Karet, Seorang Anak di Nias Utara Tega Bunuh Ayah Kandungnya
Dampak Buruk Anak Jarang Gerak
Agus menjelaskan beberapa dampak buruk saat anak jarang beraktivitas fisik. Dampak ini bisa bersifat jangka panjang.
1. Pertumbuhan anak terganggu