Jika tidak dikendalikan, gangguan pada pembuluh darah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke, sedangkan pada kondisi tertentu berkurangnya aliran darah juga dapat mengganggu fungsi jaringan atau anggota tubuh.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dipublikasikan pada 20 Februari 2025 menunjukkan hampir 75 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular, sementara penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, disebut merenggut hampir 800.000 jiwa setiap tahun.
Baca Juga:
Dari Relaksasi hingga Jantung Sehat Ini Deretan Manfaat Teh Hangat bagi Tubuh
Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah sebaiknya dilakukan sebelum keluhan muncul, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan profil lemak secara berkala untuk membantu mengenali faktor risiko lebih awal, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular.
Menjaga sirkulasi darah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk membantu menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah sekaligus mengendalikan berat badan.
Pola makan juga perlu diperhatikan dengan memilih makanan yang beragam, seimbang, dan tidak berlebihan, termasuk memperbanyak sayur, buah, sumber protein, biji-bijian, serta sumber lemak sehat sekaligus membatasi asupan garam, gula, dan lemak tidak sehat.
Baca Juga:
Power Nap Jadi Tren Sehat: Ini Deretan Manfaat Tidur Siang bagi Tubuh
Selain pola makan dan aktivitas fisik, menjaga berat badan, tidur yang cukup, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Lengkapi Asupan dengan Omega-3 dan Ginkgo Biloba dari Sumber yang Natural
Selain membangun kebiasaan sehat, pemenuhan nutrisi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh, salah satunya melalui omega-3 yang banyak diperhatikan kaitannya dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.