Kemudahan ini turut diperparah oleh kondisi ekonomi yang membuat sebagian orang mencari jalan pintas untuk memperoleh uang.
Selain itu, faktor psikologis juga memainkan peran penting dalam mendorong kecanduan judi online.
Baca Juga:
Judol Beromset Puluhan Juta Perhari Bebas Beroperasi di Jalan Rakyat Medan Perjuangan
Kepala Departemen Psikiatri FKUI Kristiana Siste Kurniasanti menyebut judi online memberikan sensasi kesenangan sekaligus harapan keuntungan secara instan.
"Yang mendasari kebutuhan secara instan, yang ingin mendapatkan uang secara segera dan mendapatkan kesenangan secara segera," kata Siste.
Menurutnya, banyak orang awalnya melihat judi online sebagai solusi cepat untuk mengatasi masalah keuangan.
Baca Juga:
Terbongkar, Bos Judol Oei Hengky Samarkan Bisnis Judi Lewat Perusahaan IT
Namun, pengalaman menang justru memicu dorongan untuk terus bermain tanpa henti.
"'Kalau aku sudah menang sekali, aku bisa berhenti', namun kenyataannya ketika menang atau kalah dia tidak akan berhenti bermain judi, sehingga ini membawa kita pada suatu ranah tentang adiksi," ucap dia.
Secara ilmiah, kecanduan judi juga berkaitan dengan mekanisme kerja otak.