Data
satelit ICESat-2 yang menunjukkan danau-danau baru yang tersembunyi di bawah es
Antartika ini kembali dianalisis.
Untuk
diketahui, satelit tersebut kali pertama diluncurkan pada tahun 2018.
Baca Juga:
9 Bulan Terjebak di Luar Angkasa, 2 Astronaut NASA Dapat Kompensasi Fantastis
Melalui
misi tersebut, diharapkan dapat memberikan para ilmuwan pandangan lebih tajam
tentang jaringan danau yang misterius yang tersembunyi di bawah lapisan es
Antartika.
Bahkan,
dalam misi tersebut, para ilmuwan juga akan mengungkap dua danau lainnya yang
belum pernah ditemukan sebelumnya.
"Penemuan
sistem danau yang saling berhubungan ini di antarmuka lapisan es yang
menggerakkan air, dengan semua dampak pada glasiologi, mikrobiologi, dan
oseanografi itu, merupakan penemuan besar dari misi ICESat," kata ahli
glasiologi, Matthew Siegfried, dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.
Baca Juga:
Imbas Efisiensi Presiden Trump, NASA Tutup 2 Departemen dan Kantor Kepala Ilmuwan
Dalam
sebuah studi baru yang menunjukkan danau baru tersembunyi di bawah es
Antartika, Siegfried dan timnya mengumpulkan data altimetri dari ICESat-2 NASA
dan misi ICESat, bersama dengan pengukuran yang diambil dari CryoSat-2, satelit
pengamat es yang dioperasikan oleh European
Space Agency (ESA).
Dengan
menggabungkan kumpulan data dari dua satelit tersebut, dalam periode 2003
hingga 2020, para peneliti dapat memantau danau subglasial aktif yang
tersembunyi di bawah es Antartika pada rentang waktu yang lebih pendek dari
siklus berulang satelit ICESat-2.
Para
peneliti mengatakan, deformasi permukaan karena pengisian dan pengeringan danau
subglasial aktif memberikan salah satu dari sedikit jendela yang dapat diakses
dari jarak jauh ke dalam evolusi sistem air basal.