Nanang mengatakan, pertunjukan wayang menggunakan bahasa pewayangan yang berbeda dengan bahasa Jawa sehari-hari.
Itu sebabnya hanya sebagian orang dapat memahami dan menikmati pertunjukan wayang.
Baca Juga:
Anak-Anak Sekolah di London Tampil Memukau Mainkan Gamelan dan Wayang
Kendati demikian, wayang diyakini dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kemampuan adaptasi tersebut yang membuat wayang dapat bertahan selama berabad-abad di Indonesia.
Nanang menuturkan, pertunjukan wayang masih menggunakan bahasa Jawa Kuna pada masa kerajaan Kediri.
Baca Juga:
7 Kerajinan Solo yang Wajib jadi Buah Tangan
Bahasa tersebut berubah menjadi bahasa Jawa baru sekitar masa kerajaan Demak, setelah Majapahit runtuh.
Perubahan bahasa tersebut masih dapat terjadi di masa kini.
Ia meyakini jika penggunaan bahasa Indonesia meluas, bukan tidak mungkin pertunjukan wayang disampaikan dalam bahasa Indonesia.