Adapun dalang Nanang Hape menilai ada sisi positif dari polemik itu.
Selain menimbulkan diskusi, kejadian tersebut menunjukkan rasa kepemilikan (sense of belonging) publik terhadap wayang.
Baca Juga:
Anak-Anak Sekolah di London Tampil Memukau Mainkan Gamelan dan Wayang
Rasa tersebut mendorong masyarakat untuk mempertahankan wayang.
Sikap tersebut mencerminkan pepatah Jawa.
Bunyinya: Rumangsa handarbeni, wajib melu hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani.
Baca Juga:
7 Kerajinan Solo yang Wajib jadi Buah Tangan
Artinya, lebih kurang: merasa ikut memiliki, wajib ikut membela, serta berani introspeksi diri.
Menurut dia, publik sudah mencerminkan “rumangsa handarbeni” dan “wajib melu hangrungkebi”.
Namun, “mulat sarira hangrasa wani” --yang berarti melihat ke dalam diri dan membaca diri-- belum terlaksana.