WAHANANEWS.CO - Aksi brutal seorang pemobil yang diduga menganiaya pegawai SPBU di wilayah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial setelah korban mengalami luka di bagian wajah akibat insiden tersebut.
Dalam video yang beredar pada Sabtu (9/5/2026), pelaku awalnya terlihat sedang mengisi bahan bakar di SPBU yang berada di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi.
Baca Juga:
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp573 Juta, FIFA Jadi Sorotan
Tak lama setelah itu, pelaku turun dari mobil dan sempat terlibat interaksi dengan pegawai SPBU sebelum akhirnya emosi.
Pelaku kemudian mengambil stik pembatas jalan dan melemparkannya ke arah pegawai SPBU tersebut.
Beberapa pegawai SPBU lainnya tampak berusaha melerai dan menenangkan situasi di lokasi kejadian.
Baca Juga:
Fantastis! Jasa Joki UTBK di Surabaya Dipatok Hingga Ratusan Juta Rupiah
Kapolsek Cileungsi Edison mengatakan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat (8/5/2026) saat korban tengah melakukan kegiatan rutin bersih-bersih di area SPBU.
"Korban yang saat itu sedang menjalankan kegiatan rutin Jumat Bersih di area SPBU, tiba-tiba menjadi sasaran penganiayaan oleh pelaku. Belum diketahui secara pasti pemicu terjadinya insiden tersebut," kata Edison.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah dan sempat mendapatkan penanganan medis.
Usai melakukan penganiayaan, pelaku disebut langsung meninggalkan lokasi tanpa menunjukkan itikad baik ataupun meminta maaf kepada korban.
"Usai melakukan penganiayaan, pelaku disebut tidak menunjukkan itikad baik maupun permintaan maaf kepada korban. Pelaku justru langsung meninggalkan lokasi kejadian menggunakan kendaraan pribadinya," imbuhnya.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku.
Hasilnya, pelaku berhasil diamankan oleh penyidik saat berada di area parkir sebuah pusat perbelanjaan.
"Selain mengamankan pelaku, polisi juga membawa satu unit mobil yang digunakan saat kejadian ke Mapolsek Cileungsi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]