"Terus saya turun. Saya tanya gimana Pak maksudnya apa memaki ibu saya seperti itu. Dia langsung mukulin saya kayak nggak mikir lagi. Saya di pukulnya di lengan, terus di kepala, bibir, sama jari di pelintir," bebernya.
Warga yang melihat kejadian itu lantas melerai mereka. Usai kejadian itu, Tata langsung melapor ke polisi.
Baca Juga:
PDIP Tegas Menolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD
Belakangan, rekaman kamera pengawas yang merekam dugaan penganiayaan itu diunggahnya ke media sosial Instagram dan Twiitter.
Polisi pun sudah menyelidiki kasus ini.
Tata sudah dipanggil beberapa kali untuk dimintai keterangan.
Baca Juga:
Menko Yusril Nilai Pilkada Melalui DPRD Merupakan Opsi Konstitusional
"Laporannya sudah kita terima, sedang diproses," singkat Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang, Iptu Apriansyah.
Apriansyah mengungkapkan, saat ini polisi masih memproses laporan yang disampaikan korban.
Dia juga membenarkan bahwa mobil yang diduga hendak menerobos antrean itu adalah milik seorang anggota DPRD Palembang berinisial MS.