"Terus saya turun. Saya tanya gimana Pak maksudnya apa memaki ibu saya seperti itu. Dia langsung mukulin saya kayak nggak mikir lagi. Saya di pukulnya di lengan, terus di kepala, bibir, sama jari di pelintir," bebernya.
Warga yang melihat kejadian itu lantas melerai mereka. Usai kejadian itu, Tata langsung melapor ke polisi.
Baca Juga:
Skandal Sekda Labuhanbatu Memanas: Pemkab Mangkir, DPRD Rapat Internal
Belakangan, rekaman kamera pengawas yang merekam dugaan penganiayaan itu diunggahnya ke media sosial Instagram dan Twiitter.
Polisi pun sudah menyelidiki kasus ini.
Tata sudah dipanggil beberapa kali untuk dimintai keterangan.
Baca Juga:
6,9 Ton Ikan Sapu-sapu Dibasmi, DPRD Singgung Dipakai Pedagang
"Laporannya sudah kita terima, sedang diproses," singkat Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang, Iptu Apriansyah.
Apriansyah mengungkapkan, saat ini polisi masih memproses laporan yang disampaikan korban.
Dia juga membenarkan bahwa mobil yang diduga hendak menerobos antrean itu adalah milik seorang anggota DPRD Palembang berinisial MS.