Menurutnya, dari satu hektare sawah menghasilkan empat ton untuk sekali panen, sehingga lima hektar dapat menghasilkan 20 ton.
Untuk penjualan biasanya dihitung per kuintal.
Baca Juga:
Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru pada 2027, Cek Lokasi Lengkapnya
Dari lima hektare sawah garapannya, dia bisa mendapatkan 200 kuintal.
Untuk satu kuintal dijual dengan harga Rp 380 ribu.
"Jadi, kalau semuanya terjual, berarti dapat Rp 76 juta, kalau semuanya terjual ya, tapi ini kan tidak semuanya habis terjual," kata Kandeg, saat ditemui wartawan, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga:
Tarif Transjakarta Rp3.500 Masih Bertahan, DKI Subsidi Hingga Rp3,75 Triliun
Namun, hasil penjualan panen itu tak begitu menguntungkan belakangan ini lantaran pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.
"Kalau setahun kita panen dua kali. Itu juga hasil penjualannya buat makan aja, buat bertahan hidup. Apalagi pandemi sekarang ya susah," ujarnya.
Kandeg menerangkan, uang hasil penjualan padi selalu habis terpakai saat menggarap sawah lagi.