Menurutnya, dari satu hektare sawah menghasilkan empat ton untuk sekali panen, sehingga lima hektar dapat menghasilkan 20 ton.
Untuk penjualan biasanya dihitung per kuintal.
Baca Juga:
Libur Lebaran, 2.565 Wisatawan Tercatat Kunjungi Kepulauan Seribu
Dari lima hektare sawah garapannya, dia bisa mendapatkan 200 kuintal.
Untuk satu kuintal dijual dengan harga Rp 380 ribu.
"Jadi, kalau semuanya terjual, berarti dapat Rp 76 juta, kalau semuanya terjual ya, tapi ini kan tidak semuanya habis terjual," kata Kandeg, saat ditemui wartawan, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga:
Pemprov DKI Jakarta Susun Raperda Kependudukan Atur Bansos untuk Pendatang
Namun, hasil penjualan panen itu tak begitu menguntungkan belakangan ini lantaran pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.
"Kalau setahun kita panen dua kali. Itu juga hasil penjualannya buat makan aja, buat bertahan hidup. Apalagi pandemi sekarang ya susah," ujarnya.
Kandeg menerangkan, uang hasil penjualan padi selalu habis terpakai saat menggarap sawah lagi.