Mereka hanya bisa menyaksikan lahan garapannya tiba-tiba dipagar, digusur lalu muncul bangunan baru di sana.
Para petani penggarap pun tak pernah diberi ganti rugi.
Baca Juga:
105 RT dan 19 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir Akibat Hujan Deras
"Kita sekarang kerja buat makan aja, ya bertahan hidup lah," ujarnya.
Lantaran itu, Kandeg bersama para petani lainnya mengharapkan agar sawah yang tersisa di Ibu Kota ini dipertahankan.
Selain untuk membantu keberlangsungan hidup para petani, juga untuk tetap memperkuat ketahanan pangan DKI Jakarta.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Soroti Polusi dari Pembakaran Sampah, Minta Penegakan Perda Konsisten
"Kita minta jangan digusurlah, nanti kami mau cari makan di mana lagi," katanya.
Saat ini, berdasarkan SK Kementrian ATR/BPN tahun 2019, luas lahan baku sawah di Jakarta mencapai 414 hektare.
"Lahan tersebut tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, Rabu (13/10/2021).