"Muara Buluan amat bersejarah bagi masyarakat Pasar Seluma. Di sana tempat pertemuan kakek moyang masyarakat Pasar Seluma, dari suku yang satu dengan suku yang lain," katanya.
Tak hanya itu, warga Pasar Seluma mengandalkan hasil laut, hasil ikan air tawar, dan kayu di sekitar lahan konsesi.
Baca Juga:
SHGB Terbit di Pesisir Makassar, Walhi Desak BPN Beberkan Nama Pemilik
Kayu dibutuhkan untuk pembuatan rumah.
"Jadi Muara buluan yang di duduki oleh lokasi tambang saat ini itu tempat yang disakralkan oleh masyarakat Pasar Seluma," ujarnya.
Adapun Faminglevto Bakti Abadi menguasai lahan seluas 2.400 kilometer dengan lebar 350 meter.
Baca Juga:
Pengelolaan Tata Ruang Buruk, Walhi Desak Cabut HGB Misterius 656 Hektare Laut Sidoarjo
Lahan ini sebagian di antaranya menjorok ke laut, dan 350 meter lainnya menjorok ke daratan pesisir Desa Pasar Seluma.
"Kami, ibu-ibu, sudah berupaya bagaimana Faminglevto Bakti Abadi itu tidak ada di lokasi kami. Tapi, namanya juga PT, mungkin kan karena dia punya uang, jadi posisi mereka kuat," tuturnya.
Selama satu pekan di Jakarta, sebelas warga Desa Pasar Seluma itu menemui sejumlah pejabat kementerian maupun lembaga.