"Kita KTP Serdang (wilayah Kabupaten Serang), Bapak boleh cek KTP saya. Kalau saya mengarah ke Anyer Bapak boleh tilang mobil saya," kata pengendara itu.
Pengendara lain yang mengendarai mobil putih ikut memprotes tindakan petugas yang menutup akses ke arah Anyer. Dia sama seperti pengendara Mercy, hendak pulang ke rumahnya yang berada di wilayah perbatasan Serang-Cilegon.
Baca Juga:
Ledakan Dahsyat Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Jemaah Berhamburan Panik
Salah seorang polisi kemudian menghampiri mereka dan mengatakan agar kedua pengendara itu saja yang menjaga penyekatan.
"Bapak yang jaga di sini, Pak. Bapak yang jaga. Kami mengalihkan biar masyarakat bisa gitu loh, Pak," kata polisi.
Pengendara mobil putih kemudian menjawab bahwa dirinya melintasi jalan tersebut bukan hendak ke tempat wisata. "Saya bukan mau ke tempat wisata, Pak," ujarnya.
Baca Juga:
Polisi Gunakan Sains Forensik untuk Ungkap Teror Air Keras Aktivis KontraS
"Iya betul, sekarang Bapak muter sebentar lewat sana (menunjuk jalur alternatif)," jawab polisi.
"Muter di mana, Pak. Di sana (persimpangan traffic light PCI) macet, Pak," kata si pengendara.
Adu mulut itu berlangsung sekitar 2 menit sebelum akhirnya polisi yang berpangkat Iptu melerai mereka.