WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Adanya pemberitaan di beberapa media online yang menyebutkan bahwa Kajari Gunungsitoli, Firman Halawa, diduga kuat kotak-kotakan Wartawan untuk mendapatkan Informasi, dan menyinggung adanya pertemuan bersama Kasi Intel, Yaatulo Hulu, dengan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) di Resto Janji jiwa, pada Senin (13/4/2026), untuk konferensi pers terkait penanganan kasus dugaan korupsi RSU Pratama Kabupaten Nias.
Dengan adanya pertemuan itu, Firman Halawa dianggap terkesan hanya mau terbuka kepada oknum Wartawan tertentu saja, terutama kepada oknum Wartawan yang sudah masuk di Forwaka.
Baca Juga:
Pengacara Viktor Mendrofa Apresiasi Gebrakan Kejari Gunungsitoli Ungkap Kasus Korupsi RSUP Nias
Pelantikan Forwaka
Menanggapi itu, Sekretaris Forwaka Gunungsitoli, Haogo Zega, mengatakan bahwa pertemuan yang dilaksanakan dengan Kajari Gunungsitoli yang didampingi Kasi Intel untuk membahas rencana pelantikan Forwaka Gunungsitoli.
"Pertemuan itu untuk membahas pelantikan, sekaligus Forwaka Gunungsitoli meminta saran dan masukan untuk suksesnya rencana pelantikan," kata Haogo Zega, Jum'at (17/4/2026).
Baca Juga:
Kejari Binjai Tetapkan DPO Pertama Tahun 2026, Keponakan Wali Kota Jadi Target Buruan
Konfirmasi Kasus Dugaan Korupsi RSUP Nias
Diterangkan bahwa di sela-sela pertemuan itu beberapa Pengurus Forwaka Gunungsitoli mengkonfirmasi isu liar yang beredar di tengah publik terkait penanganan kasus dugaan korupsi RSUP Kabupaten Nias.
"Jadi tidak ada konferensi pers, konfirmasi kasus itu tidak terencana sebelumnya, itu spontan dan hanya kebetulan di sela-sela diskusi mengenai rencana pelantikan," ujarnya.