WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Adanya pemberitaan di beberapa media online yang menyebutkan bahwa Kajari Gunungsitoli, Firman Halawa, diduga kuat kotak-kotakan Wartawan untuk mendapatkan Informasi, dan menyinggung adanya pertemuan bersama Kasi Intel, Yaatulo Hulu, dengan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) di Resto Janji jiwa, pada Senin (13/4/2026), untuk konferensi pers terkait penanganan kasus dugaan korupsi RSU Pratama Kabupaten Nias.
Dengan adanya pertemuan itu, Firman Halawa dianggap terkesan hanya mau terbuka kepada oknum Wartawan tertentu saja, terutama kepada oknum Wartawan yang sudah masuk di Forwaka.
Baca Juga:
Buron Sejak 2020, Terpidana Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Diciduk Tim Kejaksaan
Pelantikan Forwaka
Menanggapi itu, Sekretaris Forwaka Gunungsitoli, Haogo Zega, mengatakan bahwa pertemuan yang dilaksanakan dengan Kajari Gunungsitoli yang didampingi Kasi Intel untuk membahas rencana pelantikan Forwaka Gunungsitoli.
"Pertemuan itu untuk membahas pelantikan, sekaligus Forwaka Gunungsitoli meminta saran dan masukan untuk suksesnya rencana pelantikan," kata Haogo Zega, Jum'at (17/4/2026).
Baca Juga:
Warga SAD yang Hilang Pasca Bentrok di PT SAL Ditemukan Selamat
Konfirmasi Kasus Dugaan Korupsi RSUP Nias
Diterangkan bahwa di sela-sela pertemuan itu beberapa Pengurus Forwaka Gunungsitoli mengkonfirmasi isu liar yang beredar di tengah publik terkait penanganan kasus dugaan korupsi RSUP Kabupaten Nias.
"Jadi tidak ada konferensi pers, konfirmasi kasus itu tidak terencana sebelumnya, itu spontan dan hanya kebetulan di sela-sela diskusi mengenai rencana pelantikan," ujarnya.