“Saya bapaknya kerja sama kami, Arfi masih sekolah. Namun bapak itu meninggal dunia karena sakit, jadi Arfi lah yang melanjutkannya,” tutur Tinton.
Kecelakaan tragis itu terjadi pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 06.30 WIB di KM 63.200 B ruas Tol Medan-Tebing Tinggi.
Baca Juga:
Daftar Korban yang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang
Menurut Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Polda Sumatera Utara AKBP Dhery Fajariandono, kecelakaan bermula saat mobil Mitsubishi L300 yang mengangkut ternak ayam melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.
“Setibanya di KM 63.200 B, pikap tersebut mengalami patah as roda sehingga kendaraan tersebut terguling dan akhirnya melintang di tengah jalan,” ujar Dhery.
Bus Halmahera bernomor polisi BK 7347 UA yang melintas pada saat bersamaan tidak sempat menghindari kendaraan tersebut.
Baca Juga:
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang
“Kemudian bus tersebut oleng ke kiri sehingga terperosok dan terguling keluar badan ruas tol,” kata Dhery.
Selain empat orang meninggal dunia, kecelakaan ini juga menyebabkan satu penumpang mengalami luka berat dan 18 penumpang lainnya menderita luka ringan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.