Dugaan intimidasi itu disebut terjadi ketika dr. Icha menangani seorang pasien anak korban gigitan ular.
Paman almarhumah yang lain, Victor Manbait, mengatakan dr. Icha telah memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur rumah sakit dan arahan dokter spesialis anak.
Baca Juga:
Kerap Dibully dan Fotonya Dijadikan Stiker, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Kantor
Namun, situasi berubah ketika keluarga pasien meminta pemberian vaksin tertentu yang menurut pertimbangan medis belum direkomendasikan dan tidak tersedia di rumah sakit.
Victor menyebut dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD Kabupaten TTU kemudian mendatangi ruang perawatan dan menyampaikan protes dengan nada tinggi.
Salah seorang di antaranya disebut sempat menunjuk wajah dr. Icha ketika meminta penjelasan.
Baca Juga:
Sergey Brin Rogoh Rp1,8 Triliun demi Gagalkan Pajak Miliarder California, Apa yang Ditakutkan?
Peristiwa tersebut disebut membuat dr. Icha mengalami tekanan psikologis hingga menangis saat bertugas.
Kondisi dr. Icha kemudian memburuk dan membuatnya sempat menjalani perawatan medis.
"Dokter Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," kata Victor.