Setelah itu, mereka menggulung jenazah korban dengan tikar sebelum memasukkannya ke dalam karung.
"Setelah korban meninggal, mereka menggulungnya dalam tikar dan kemudian memasukkannya ke dalam karung sebelum akhirnya membuangnya ke dalam gorong-gorong di Jalan Akasia," jelasnya.
Baca Juga:
Tak Disangka, Polusi Udara di 19 Kota Besar Dunia Turun Drastis dalam 15 Tahun
"Jadi antara rumah korban ke TKP penemuan korban itu cukup jauh," imbuhnya.
Bahkan setelah membunuh korban, pelaku (suami) sempat mengumandangkan azan di telinga korban. Sementara dua anaknya membaca doa.
Menurut pengakuan kedua anaknya, mereka melakukan itu sebagai ungkapan permohonan maaf.
Baca Juga:
Pakar Hukum Usul Hapus Outsourcing: Jangan Ada Lagi Kasta Pekerja di Indonesia
Saat ditemui pihak kepolisian, menurut Sunan Hariono, tidak ada raut penyesalan di wajah kedua anaknya.
Bahkan sempat terucap kata 'puas' dari salah satu anak.
"Kalau kami melihat memang anak-anaknya ini sudah lama memendam dendam kepada korban, akibat perlakuan kasar ibunya kepada mereka," ucapnya.