WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengeluarkan pernyataan keras dengan meminta seluruh Bupati dan Wali Kota di wilayah terdampak banjir serta longsor agar bersikap proaktif menangani masyarakat dan tidak menunjukkan sikap menyerah di tengah bencana yang meluas di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan Mualem dalam konferensi pers di Aceh Timur pada Kamis (4/12/2025).
Baca Juga:
PLN Pulihkan Listrik di 261 Kampung, Aceh Tengah Masuki Fase Pemulihan Pascabencana
"Harus proaktif melayani masyarakat, jangan lari, jangan ada alasan tidak tahu, saya harapkan kepada Bupati/Wali Kota yang cengeng, letakkan jabatannya, ganti yang lain, apa salahnya," tegas Mualem.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintahan, termasuk keuchik dan camat, harus berperan aktif membantu warga di tengah situasi yang ia gambarkan sebagai tsunami jilid kedua.
"Saya melihat secara pribadi banjir dan longsor Aceh ini adalah tsunami jilid kedua, saya imbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tabah menghadapi musibah ini, setiap musibah ada hikmahnya," ujarnya.
Baca Juga:
Jumlah Pengungsi Menurun, BNPB Percepat Pemulihan Pasca Bencana di Tiga Provinsi
Dari 18 kabupaten dan kota yang terdampak, Mualem menyebut beberapa daerah mengalami kondisi paling parah yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
"Kita dari pemerintah akan semaksimal mungkin mengoptimalkan bantuan terutama sembako, minyak, dan kebutuhan lain yang mendesak," tambahnya.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (3/12/2025) malam, Mualem telah menyalurkan bantuan ke Aceh Tamiang setelah berangkat dari Lhokseumawe dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi gelap saat listrik belum pulih.