WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana khusyuk salat tarawih mendadak berubah mencekam ketika ledakan keras mengguncang sebuah masjid di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Peristiwa itu terjadi di Masjid Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, saat jemaah tengah melaksanakan ibadah pada Senin malam (16/3/2026).
Baca Juga:
Banjir dan Kekeringan Terjadi Bersamaan di Jawa Timur, BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dentuman keras yang tiba-tiba terdengar membuat jemaah dan warga sekitar panik serta berhamburan keluar dari dalam masjid.
Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bagian bangunan masjid.
Dinding masjid dilaporkan jebol sementara bagian plafon runtuh akibat kuatnya tekanan dari ledakan.
Baca Juga:
Pulang Kampung, Megawati Diminta Bantu Pembinaan Atlet Muda Jember
Kholisuddin selaku muazin masjid mengungkapkan bahwa suara ledakan terdengar sangat keras hingga mengejutkan seluruh jemaah yang sedang beribadah.
"Ledakan terjadi saat melaksanakan salat tarawih ke tujuh, dari 23 salat," ujar Kholisuddin.
Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB dengan titik ledakan berada di area tempat wudhu laki-laki.
Suara dentuman yang tiba-tiba membuat suasana di dalam masjid langsung kacau.
"Yang perempuan langsung teriak, kalau jemaah laki-laki langsung bubar untuk mengecek lokasi ledakan," ulas Kholis.
Ia menambahkan bahwa akibat ledakan tersebut dinding masjid jebol dengan diameter sekitar satu meter.
Selain itu, plafon masjid juga mengalami kerusakan karena tekanan dari dentuman yang sangat kuat.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun beberapa jemaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran sementara akibat kerasnya suara ledakan.
Hingga Selasa dini hari (17/3/2026), aparat kepolisian bersama tim penjinak bom masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Tim Gegana dari Korps Brimob Polri yang berada di bawah Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari tahu sumber ledakan.
Sejumlah personel kepolisian juga disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan pengamanan.
Area masjid telah dipasangi garis polisi dan warga diminta tidak mendekati lokasi kejadian untuk sementara waktu.
Kasat Reskrim Polres Jember Angga Riatma menyatakan pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab maupun jenis benda yang meledak di lokasi tersebut.
"Untuk saat ini dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal. Kita masih menunggu hasil dari olah TKP yang dilakukan tim Jibom," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa untuk sementara waktu masjid tersebut tidak digunakan untuk kegiatan ibadah maupun aktivitas lainnya.
"Sementara masjid tidak dijadikan tempat berkegiatan dulu, demi keselamatan bersama," paparnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]