Sebenarnya di awal perkuliahan RNF sempat bolak balik dari rektorat untuk mengajukan keberatan terkait nominal UKT-nya. Tetapi, dari cerita RNF, saat mengurus keberatan tersebut justru "dilempar" ke sana ke sini.
Tak mampu bayar ojek online
Baca Juga:
Saat Malam Natal, Mahasiswi di Yogya Disiram Air Keras
Ganta baru-baru ini mengetahui, jika RNF saat itu bolak-balik ke rektorat selalu jalan kaki dari tempat kosnya di Pogung. Sebab, RNF tidak memiliki cukup uang untuk memesan ojek online.
Melansir Kompas.com, Ganta mengungkapkan, RNF sangatlah berhati-hati dalam menggunakan uang. Salah satu temannya pernah memberinya abon. Dia sangat senang. Selama di kos dia terlihat hanya makan nasi dengan abon yang diberi temannya tadi.
Bahkan pasta gigi, shampo dan mie instan didapatkan dari pemberian temannya.
Baca Juga:
Polisi Usut Kasus Mahasiswi UTM di Bangkalan Tewas Dibakar, Pacar Jadi Tersangka
Demi adik-adik
Salah satu hal yang membuat RNF berusaha kuat ialah ambisinya untuk menjadi sarjana. Agar dirinya dapat membantu orangtua dan masa depan adik-adiknya.
RNF pernah mengungkapkan keinginannya untuk bekerja jika akhirnya tidak bisa melanjutkan kuliah. Ia ingin bekerja agar dapat menguliahkan adik-adiknya dan mewujudkan mimpi adik-adiknya.