Hal itu disampaikan masa pembayaran UKT mendekati deadline.
Ganta pun berusaha menghubungkan RNF dengan salah satu petinggi kampus.
Baca Juga:
Saat Malam Natal, Mahasiswi di Yogya Disiram Air Keras
Saat itu, pihak kampus telah meminta beberapa dokumen penting guna membantu penurunan UKT RNF secara langsung.
RNF juga sudah mengisi link pengajuan penurunan UKT yang disediakan kampus. Ironinya, nominal UKT hanya turun kurang lebih Rp 600 ribu.
Di detik-detik akhir, teman-teman, dosen pembimbing akademik dan kepala jurusan membantu patungan. Termasuk Ganta pun turut membantu untuk patungan. RNF menyebut itu sebagai "keajaiban".
Baca Juga:
Polisi Usut Kasus Mahasiswi UTM di Bangkalan Tewas Dibakar, Pacar Jadi Tersangka
Meski begitu, nominal tersebut masih belum cukup dan orangtua RNF masih harus mencari tambahan kekuranganya. Saat itu kondisi sedang pandemi sedang mengamuk.
Akhirnya RNF mencoba untuk meminjam uang. Di babak akhir RNF bisa mengisi KRS dan bisa melanjutkan perkuliahan semester itu.
Namun, pada semester 3, RNF tidak bisa melanjutkan studinya karena tidak mampu membayar UKT. Ganta mendapatkan dua informasi tentang RNF. Ada yang mengatakan RNF menyerah dan ada juga yang menyampaikan cuti.