204 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama.
Selain itu, kasus serupa juga dilaporkan terjadi pada siswa tingkat SMP. Namun hingga kini, jumlah pastinya masih dalam proses pendataan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.
Baca Juga:
Bulog Kuala Tungkal Gelontorkan 1.856 Ton Beras untuk Bantuan Pangan Tiga Bulan
Apa dugaan penyebab keracunan?
Dugaan awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi para siswa melalui program MBG. Menu yang disajikan pada hari kejadian diduga menjadi pemicu munculnya gejala keracunan.
"Itulah dugaannya karena makanan ikan dencis gulai. Jadi efeknya itu siswa gatal-gatal dan paling parah itu, sesak nafas. Tapi semua sedang ditangani rumah sakit di Karo," ucapnya.
Baca Juga:
Proses Lelang Aset SPPG MBG Diprotes: PT Utami Catering Service Minta Penjelasan BRI dan KPKNL Jakarta II
Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Apa saja gejala yang dialami siswa?
Para siswa yang terdampak menunjukkan berbagai gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian besar mengalami keluhan ringan, namun ada juga yang menunjukkan kondisi lebih serius.