WAHANANEWS.CO - Kabar duka menyelimuti Samarinda setelah seorang siswa SMKN 4 bernama Mandala meninggal dunia, di tengah viral dugaan kondisi kesehatannya memburuk akibat memakai sepatu yang kekecilan.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah ramai dibahas di media sosial, termasuk unggahan akun Instagram @pikology yang menyebut korban mengenakan sepatu ukuran 40 meski ukuran kakinya 43.
Baca Juga:
Adendum AMDAL Terbit, PT DPM Tegaskan Komitmen Pertambangan Berkelanjutan
Perbedaan ukuran tersebut diduga memicu pembengkakan pada kaki hingga memperparah kondisi kesehatan korban.
Situasi itu disebut semakin berat karena Mandala juga menjalani program magang sebagai pramuniaga di pusat perbelanjaan yang mengharuskannya berdiri lama.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur merespons kabar tersebut dengan mendatangi rumah keluarga korban untuk melakukan klarifikasi.
Baca Juga:
Hak Angket Disorot, Massa 214 Geruduk DPRD Kaltim dan Tuntut Transparansi
Pelaksana tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menjelaskan Mandala mengikuti magang sejak 9 Februari hingga 20 Maret 2026.
Setelah magang, Mandala sempat kembali bersekolah pada Minggu (30/3/2025), namun sehari kemudian disarankan beristirahat karena kondisi fisiknya menurun.
"Tanggal 2 April 2026 siswa tidak mengikuti pembelajaran dan orang tua mengirim izin sakit," ujarnya, Senin (4/5/2026).