Sekitar sepekan kemudian, ibu korban menghubungi pihak sekolah untuk meminta bantuan keuangan terkait kondisi kesehatan anaknya.
Pihak sekolah kemudian meminta orang tua datang langsung untuk berkoordinasi dan memberikan bantuan sebesar Rp1,1 juta.
Baca Juga:
PLN Bekali 100 Perempuan Siaga Bencana, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Bangun Masyarakat Tangguh
Pada Senin (21/4/2025), pihak sekolah mengunjungi rumah Mandala dan mendapati kondisi kaki korban lemas serta bengkak, meski tidak ditemukan luka atau lecet.
Sekolah kemudian menyarankan korban segera berobat, namun terkendala tunggakan BPJS sekitar Rp2,4 juta.
"Sekolah membantu untuk menfasilitasi bertemu dengan ketua RT untuk pengurusan BPJS melalui bantuan pemerintah," tutur Armin.
Baca Juga:
Empat Perusahaan Don Ritto Digeledah, Kejagung Dalami Dugaan TPPU Febrie Adriansy
Kunjungan lanjutan dilakukan pada Rabu (23/4/2025) untuk memantau kondisi korban, dan saat itu keluarga menyebut kondisinya mulai membaik serta pembengkakan berkurang.
Sekolah bahkan berinisiatif membelikan sepatu baru dengan ukuran yang sesuai untuk Mandala.
Namun sehari kemudian, pada Kamis (24/4/2025), pihak sekolah menerima kabar bahwa Mandala telah meninggal dunia.