"Pada tanggal 24 April 2026 diterima kabar bahwa siswa yang bersangkutan telah meninggal dunia dan sekolah turut mendampingi proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah," ujarnya.
Hasil pendalaman Disdikbud menunjukkan korban memang mengalami penurunan kondisi kesehatan seperti pusing dan pembengkakan kaki.
Baca Juga:
Adendum AMDAL Terbit, PT DPM Tegaskan Komitmen Pertambangan Berkelanjutan
Meski begitu, hingga kini belum ada diagnosis medis yang menyatakan penyebab kematian korban akibat penggunaan sepatu yang kekecilan.
"Analisis singkat berdasarkan hasil klarifikasi dan pendalaman data, pihak sekolah sudah melakukan pendampingan secara maksimal. Namun karena tidak ada diagnosa medis dari layanan kesehatan maka kita tidak dapat menyimpulkan bahwa penyebab meninggalnya murid bukan karena sepatu," kata Armin.
Kasus ini masih menjadi perhatian publik sambil menunggu kepastian penyebab medis atas meninggalnya siswa tersebut.
Baca Juga:
Hak Angket Disorot, Massa 214 Geruduk DPRD Kaltim dan Tuntut Transparansi
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.