"Itu hasil pengembangan, sehingga ditemukan lagi enam korban yang mau melapor," kata Ari.
Ke-12 korban tersebut adalah warga Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor dan jemaat di Gereja Siloam Nailalang.
Baca Juga:
Saat Eks Kapolres Ngada Cabuli Bocah 6 Tahun, Mahasiswi Fani Tunggu di Kolam Renang
Enam korban yang baru melapor telah dimintai keterangan penyidik.
Jumlah saksi pun bertambah menjadi 23 orang yang telah selesai dimintai keterangan.
Dia menyampaikan, dari 12 orang korban, ada yang mengalami kekerasan seksual dan ada yang mengalami pelecehan seksual yang dilakukan tersangka Sepriyanto Ayub Snae (36) atau SAS, seorang vikaris atau calon pendeta GMIT yang sejak Desember 2021 melaksanakan praktek pelayanan di Gereja Siloam Nailalang.
Baca Juga:
Mahasiswi di Kupang Jadi Pemasok Bocah Usia 5 Tahun Kasus Pencabulan Eks Kapolres Ngada
Enam korban yang baru melapor akan menjalani Visum et Repertum pada Senin (12/9/2022).
Kasat Reskrim Polres Alor, Iptu Yames Jems Mbau, yang dihubungi wartawan secara terpisah menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka juga sempat merekam saat melakukan persetubuhan dengan korban-korbannya.
Video asusila tersebut, kata Yames, digunakan tersangka untuk mengancam para korban, sehingga aksi bejat dilakukan berulangkali terhadap para korban.