Akhirnya Dikti bersedia menurunkan jaminan dari Rp 5 miliar menjadi Rp 2 miliar yang harus ada di Rekening Yayasan Permata Banten.
Setelah jaminan ada di rekening Yayasan Permata Banten, maka rekening tersebut di Copy diserahkan ke Kelembagaan Dikti.
Baca Juga:
12 Tahun Bersekolah tapi Tak Bisa Membaca, Aleysha Ortiz Gugat Sekolahnya
Pembangunan gedung kampus STKIP Mutiara Banten pun mulai dilakukan di Jalan Stadion Badak, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang yang waktu itu masih berupa lahan kosong.
Selama pembangunan kampus ini pun, kata Arifin, tantangan dari sejumlah oknum seperti TNI dan Polisi, termasuk para jawara untuk mengutip biaya koordinasi.
“Semua bisa kita selesaikan berkat komunikasi yang baik dengan pihak-pihak tersebut,” ungkap Arifin.
Baca Juga:
Walikota Bandung Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Hadirkan Generasi Amanah
Menurut Arifin, tahun pertama berdiri, sebanyak 20 mahasiswa terdaftar mengikuti pendidikan di STKIP Mutiara Banten.
Selama dua tahun berjalan, operasional STKIP disubsidi.
Uang yang didapat dari kampus, sebagian disisihkan untuk pembangunan infrastruktur, dan membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan pendidikan.