Begitu masuk semua data nilai, beberapa minggu kemudian keluarlah Pin dan Nomor Ijazah yang sah.
Arifin mengungkapkan sebagian masyarakat di Banten masih menganggap usaha untuk belajar tidak begitu penting, yang penting bagaimana mendapatkan ijazah. Padahal pemerintah bukan hanya membantu yang mau bersekolah tapi juga yang tidak mau pun harus didorong untuk sekolah menjadi pintar.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Sebut Sekolah Rakyat untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan
“Hal ini yang selalu kita dorong kepada masyarakat Banten selama kurang lebih 10 tahun agar mau sekolah atau kuliah karena anak-anak yang mau sekolah ini lah yang menjadi penerus bangsa,” jelasnya.
Dua Target
Arifin mengatakan ada 2 target ke depan, pertama, jika Tuhan mengizinkan bersamaan di usianya ke 70 tahun, SKTIP Mutiara Banten berubah menjadi Institut Mutiara Indonesia.
Baca Juga:
12 Tahun Bersekolah tapi Tak Bisa Membaca, Aleysha Ortiz Gugat Sekolahnya
Kedua, menambah pembangunan infrastruktur kampus dengan membuka program pasca sarjana.
“Ini dua target ke depan,” pungkasnya sambil mengajak pomparan marga Sitio dimana pun berada untuk mengirimkan anaknya untuk kuliah di STKIP Mutiara Banten.
Saat ini, STKIP Mutiara Banten yang berada di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV memiliki empat Jurusan Program Studi.