WahanaNews.co | Peningkatan produksi padi sangat bergantung pada perkembangan di masa vegetatif tanaman. Pada masa vegetatif, jumlah anakan dan hijau daun sangat memengaruhi faktor produksi setiap tahunnya.
Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, bertambahnya jumlah anakan sangat berpengaruh pada zat hijau daun (klorofil) untuk membantu meningkatkan proses fotosintesis tanaman.
Baca Juga:
Penunjukan Herwinsyah sebagai Plt Kepala Distanbunkan Kota Subulussalam Dinilai Tepat
Kadar zat hijau daun (klorofil) dapat meningkat apabila asupan unsur hara makro N (nitrogen) dan K (kalium) tercukupi. Fakta yang menarik adalah micin atau MSG (Monosodium Glutamat) mengandung senyawa C, N, O, H, K, dan Na.
Senyawa ini merupakan senyawa yang yang dibutuhkan tanaman. Kandungan N dan K dapat memacu pertubuhan batang dan daun, selain itu juga dapat memacu pembentukan protein dan lemak yang dibutuhkan tanaman pada masa vegetatif.
Senyawa ini juga membantu meningkatkan klorofil pada daun tanaman padi.
Baca Juga:
Pertanian Berbasis AI, Bupati Tapteng Harapkan Pendapingan Pemerintah Pusat
Tanaman yang rutin disiram micin setiap minggunya pada masa vegetatif memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman yang disiram menggunakan pupuk kimia.
Unsur Natrium (Na) pada micin mampu mencegah terjadinya resistensi air dan mencegah tanaman kekurangan air terutama saat musim kemarau. Hal ini disebabkan micin mampu mengoptimalkan kerja tanaman dalam penyerapan air.
Cara menggunakan micin untuk tanaman padi