“Ini masih nego supaya harga kita lebih bagus,” katanya.
Amran menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kondisi global sejak awal tahun dengan mengamankan pasokan bahan baku pupuk.
Baca Juga:
Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Ultimatum Cepat Buka atau Jadi Neraka!
Langkah tersebut diambil untuk memastikan ketersediaan pupuk dalam negeri tetap stabil meskipun terjadi gangguan rantai pasok global.
Ia menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan sektor pertanian nasional.
Selain itu, Amran memastikan ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga pangan domestik.
Baca Juga:
Investor Dubai Siap Tanam Modal Bangun Pabrik Pupuk Urea di Jawa Tengah
Ia menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 4,5 juta ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi juga menegaskan bahwa ekspor pupuk urea tetap dilakukan dengan prioritas pada kebutuhan dalam negeri.
“Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor,” kata Rahmad.