JK menjelaskan luas wilayah Makassar ketika Daeng Patompo mulai memimpin baru sekitar 21 kilometer persegi sehingga ruang pengembangan kota sangat terbatas.
Kondisi tersebut mendorong Daeng Patompo melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Ahmad Rivai dan Ahmad Lamo untuk memperluas wilayah Makassar.
Baca Juga:
Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo di Istana Negara
Upaya itu kemudian membuat wilayah Makassar berkembang menjadi sekitar 175,77 kilometer persegi.
Perluasan wilayah tersebut mencakup sebagian wilayah Gowa di bagian selatan, Maros di sebelah timur, serta Pangkep pada kawasan kepulauan dan tenggara.
Selain melakukan perluasan wilayah, Daeng Patompo membawa visi pembangunan dengan jargon pemberantasan 3K yang merujuk pada kemiskinan, kebodohan, dan kemelaratan.
Baca Juga:
Grace Natalie Tersandung Kasus Video JK, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum
Ia juga mempunyai cita-cita menjadikan Makassar sebagai kota lima dimensi yang mencakup kota dagang, budaya, industri, akademik, dan pariwisata.
Untuk mendukung visi tersebut, Daeng Patompo membuka peluang investasi dengan memberikan kemudahan regulasi, termasuk dalam proses perizinan usaha dan pembangunan.
JK mengungkapkan pembangunan Makassar pada periode tersebut bahkan turut memperoleh pembiayaan dari kebijakan legalisasi judi lotto atau lotre totalisator.