"Tugas kepala daerah itu merangsang perputaran uang rakyat dan pengusaha di daerahnya lebih besar dari APBN, dan APBD daerah," tandas JK.
Untuk menggambarkan pentingnya kreativitas dalam memimpin daerah, JK kemudian mengangkat kiprah Wali Kota Makassar ke-12 HM Daeng Patompo yang memimpin pada periode 1965 hingga 1978.
Baca Juga:
Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo di Istana Negara
Menurut JK, Daeng Patompo pada masanya memberikan berbagai kemudahan kepada dunia usaha sehingga aktivitas perekonomian Makassar dapat berkembang.
"Dia banyak memberi insentif kemudahan bagi pengusaha, tidak membebaninya," jelas JK.
Kebijakan tersebut juga dibarengi dengan pembangunan berbagai infrastruktur ekonomi serta pemberian ruang kepada sektor swasta untuk mengembangkan kawasan perumahan.
Baca Juga:
Grace Natalie Tersandung Kasus Video JK, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum
"Dia membangun infrastruktur ekonomi, memberi ruang ke pengusaha membangun komplek perumahan, yang membuka ruang bagi pengusaha untuk tumbuh," lanjutnya.
JK memiliki pengalaman langsung menyaksikan perkembangan Makassar pada masa kepemimpinan Daeng Patompo karena saat itu dirinya masih berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Pada periode yang sama, JK mulai mendapat amanah dari ayahnya, Hadji Kalla, untuk meneruskan usaha keluarga yang bergerak di bidang perdagangan, transportasi, otomotif, serta sektor penunjang pangan.