Kebijakan itu pada masanya menuai kritik dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh agama dan budayawan.
Meski menuai kontroversi, JK menyebut kebijakan tersebut ikut mendorong pendapatan asli daerah hingga meningkat sekitar lima kali lipat.
Baca Juga:
Jusuf Kalla Temui Presiden Prabowo di Istana Negara
Penerimaan yang diperoleh dari lotto bersama pajak hotel dan restoran selanjutnya digunakan pemerintah kota untuk membangun berbagai fasilitas publik.
Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapatkan pembiayaan dari penerimaan tersebut melalui pembangunan sejumlah sekolah dasar.
Beberapa fasilitas pendidikan yang dibangun antara lain SD Teladan Bawakaraeng, SD Teladan Pongtiku, SD Teladan Ujung Tanah, SD Teladan Sudirman, serta sejumlah sekolah lainnya.
Baca Juga:
Grace Natalie Tersandung Kasus Video JK, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum
Pengalaman kepemimpinan Daeng Patompo tersebut digunakan JK untuk menggambarkan bahwa keterbatasan anggaran tidak seharusnya membuat kepala daerah berhenti mencari terobosan untuk menggerakkan perekonomian.
Menurutnya, kepala daerah perlu menciptakan kondisi yang memungkinkan dunia usaha tumbuh sehingga perputaran ekonomi masyarakat dapat melampaui ketergantungan terhadap APBN maupun APBD.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.