Secara sistem, PLN memperkirakan beban puncak listrik nasional pada malam pergantian tahun mencapai sekitar 41,6 gigawatt (GW), dengan daya mampu pembangkit sebesar 70,8 GW. Kondisi ini memberikan cadangan daya yang cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia.
“Dengan sistem yang lebih matang, digital, dan teruji, kami optimistis pergantian tahun baru 2026 akan berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.
Baca Juga:
Sampah Menggunung, Bau Menyengat Cemari Kota Jambi Bahagia: Jurnalis M. Rosyid Sentil Kinerja Pemkot
Untuk memastikan keandalan tersebut, PLN mengerahkan sekitar 69 ribu personel yang siaga di 3.402 posko dan 137 command center di seluruh Indonesia.
Ribuan peralatan pendukung, mulai dari genset, UPS, gardu bergerak hingga kendaraan operasional, turut disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan.
PLN juga memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi cuaca real-time kini terhubung langsung ke control center PLN, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Baca Juga:
Pemerintah Tetapkan Tarif Token Listrik PLN 5–11 Januari 2026
“Seluruh maintenance sudah kami lakukan sebelumnya, sehingga sepanjang periode siaga Natal dan Tahun Baru tidak ada kegiatan pemeliharaan. Sistem distribusi dan pelayanan pelanggan tetap kami jaga optimal,” tutur Darmawan.
Melalui pendekatan ini, PLN menegaskan bahwa keandalan listrik nasional tidak hanya dibangun dari pusat-pusat kota besar, tetapi juga dari daerah. D
ari Aceh Tamiang, pesan itu disampaikan dengan jelas: terang Indonesia dijaga bersama, dari pinggir hingga pusat.