Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut mengapresiasi kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam membuka akses peningkatan keterampilan sekaligus kesempatan kerja bagi masyarakat.
"Sinergi antara PLN dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah ini adalah contoh nyata kolaborasi yang kita butuhkan. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bekal keterampilan, tetapi juga memberikan kepastian penyaluran kerja. Ini sangat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah," ujarnya.
Baca Juga:
PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Flores Pascagempa M7,7, 11 Gardu Induk Kembali Normal
Ratusan Program TJSL Menjangkau Ratusan Ribu Penerima Manfaat
Kisah masyarakat di Kotabaru dan Semarang tersebut merupakan bagian dari berbagai inisiatif pemberdayaan yang dijalankan PLN melalui program TJSL.
Program tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan mandiri dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Sepanjang semester I tahun 2026, PLN telah merealisasikan 696 program TJSL di berbagai wilayah Indonesia.
Keseluruhan program tersebut menjangkau 301.779 penerima manfaat dengan fokus utama pada bidang pendidikan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL PLN dirancang dengan orientasi terhadap dampak jangka panjang.