Pendekatan Creating Shared Value (CSV) menjadi salah satu landasan agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung tujuan pembangunan yang lebih luas.
Komunitas Karang Taruna Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta melakukan proses transplantasi terumbu karang di wilayah laut sekitar pulau tersebut sebagai bagian dari Program TJSL PLN “Konservasi Pulau Sabira: Sabira Green and Digital Lighthouse Island”. Selain penanaman terumbu karang, dalam program tersebut juga dilakukan penanaman dua ribu bibit mangrove dan pemasangan rumpon pengumpul ikan. Program terintegrasi ini tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian ekosistem pesisir, namun juga memberikan manfaat langsung bagi pemuda dan para nelayan. Berkat pemasangan rumpon, kini mereka dapat mencari ikan dengan jarak yang jauh lebih dekat dan menghemat bahan bakar hingga 66 persen dibanding sebelumnya.
Baca Juga:
PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Flores Pascagempa M7,7, 11 Gardu Induk Kembali Normal
"Program TJSL PLN dirancang berlandaskan Creating Shared Value untuk menghasilkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap program kami rancang agar mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Darmawan.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, menjelaskan bahwa terdapat tiga sektor utama yang menjadi prioritas PLN dalam menjalankan program TJSL, yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMK.
Pada sektor pendidikan, sepanjang semester I 2026 PLN telah menjalankan 215 program yang memberikan manfaat kepada 41.517 penerima.
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan serta pengembangan kapasitas masyarakat.
Sementara itu, di sektor lingkungan, PLN telah merealisasikan 245 program. Berbagai kegiatan tersebut mencakup upaya perlindungan ekosistem, penghijauan, serta peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi.
Adapun pada sektor pengembangan UMK, sebanyak 214 program telah dilaksanakan dengan melibatkan 4.316 pelaku usaha.