“Lewat strategi bundling GIGA ONE, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan bauran energi bersih nasional dan penguatan kemandirian energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.
Baca Juga:
Akses Listrik Makin Merata, PLN Catat Pertumbuhan Pelanggan di Seluruh Segmen pada 2025
Efek berganda tersebut di antaranya berupa penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs) dan peningkatan aktivitas industri berbasis energi ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa proyek PLTS Mentari Nusantara I melalui skema GIGA ONE merupakan program unggulan (flagship) yang berperan sebagai penggerak awal dalam mewujudkan target pembangunan PLTS nasional berkapasitas 100 gigawatt.
Target ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Listrik di PLN Mobile Dapat Voucher Rp10.000
“Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelas Suroso.
Tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan pembangkit, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Ilustrasi pegawai PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya.