Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sektor manufaktur energi nasional, sehingga rantai pasok dalam negeri menjadi lebih kokoh, mandiri, dan kompetitif di pasar global.
Dari sisi kapasitas, proyek PLTS Mentari Nusantara I sebesar 1,225 gigawatt akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:
Dukung Operasional Data Center Microsoft, PLN Selesaikan Proyek Listrik di Cikarang dan Karawang
Distribusi proyek meliputi Sumatra sebesar 35 MW, Kalimantan 340 MW, Jawa 600 MW, Sulawesi 50 MW, Nusa Tenggara Barat 80 MW, serta Maluku dan Papua sebesar 120 MW.
Seluruh proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) pada tahun 2029.
Ke depan, PLN berencana mereplikasi skema pengadaan terintegrasi GIGA ONE tidak hanya untuk proyek PLTS, tetapi juga pada pengembangan pembangkit energi lainnya seperti tenaga air (hidro), tenaga angin (bayu), serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).
Baca Juga:
PLN dan Kemendes PDT Perkuat Sinergi Dorong Desa Mandiri Berbasis Energi
Integrasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem ketenagalistrikan yang lebih modern, fleksibel, dan berkelanjutan.
“GIGA ONE menjadi blueprint baru pengadaan energi terbarukan di Indonesia dan tonggak penting dalam perjalanan transisi energi nasional,” pungkas Suroso (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.