Gangguan di kawasan tersebut memberikan dampak besar terhadap pasar energi dunia.
Sejumlah pengiriman minyak dibatalkan sehingga memicu gangguan pasokan yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah industri energi.
Baca Juga:
Krisis Energi Mengancam, Trump Soroti Risiko Jika Hormuz Tak Dibuka
Dampaknya, harga minyak mentah melonjak hingga mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Bahkan, beberapa jenis bahan bakar mencatatkan rekor harga tertinggi akibat tekanan pasokan tersebut.
Data dari Kpler menunjukkan bahwa ekspor minyak, kondensat, dan bahan bakar olahan dari delapan negara kawasan tersebut mengalami penurunan signifikan.
Baca Juga:
Harga Minyak Dunia Anjlok Setelah AS dan Iran Sepakat Akhiri Peran
Volume ekspor tercatat hanya sekitar 9,71 juta barel per hari.
Padahal sebelumnya, angka ekspor mencapai lebih dari 25 juta barel per hari pada Februari.
Artinya, terjadi penurunan sekitar 61 persen dalam waktu singkat.