WAHANANEWS.CO, Jakarta - Setelah 39 hari memicu krisis global, Iran akhirnya membuka kembali Selat Hormuz usai tekanan militer dan diplomasi memuncak, dalam kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat, pada Rabu (8/4/2025).
Iran menyetujui pembukaan akses Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.
Baca Juga:
AS dan Iran Gencatan Senjata, Respons Israel Katakan Ini!
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur maritim strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dan energi dunia.
Kesepakatan pembukaan jalur vital tersebut tercapai melalui mediasi Pakistan dalam komunikasi intensif antara pihak-pihak terkait.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Iran kemudian sepakat menjalankan gencatan senjata sementara selama dua minggu sebagai bagian dari deeskalasi konflik.
Baca Juga:
Sepakat Gencatan Senjata, Trump Batal 'Ratakan' Iran
Menjelang batas waktu yang ditentukan, Trump bahkan menarik ancaman militernya hanya satu jam sebelum tenggat berakhir.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump.
Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata berlaku secara timbal balik antara kedua pihak yang bertikai.