WahanaNews.co, Jakarta - Pemerintah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) sebesar USD 6.692,35 per Wet Metrik Ton (WMT) untuk periode kedua Februari 2026. Angka tersebut naik 4,20 persen dibandingkan periode pertama Februari 2026 yang sebesar USD 6.422,91 per WMT.
Selain itu, HPE emas juga mengalami kenaikan sebesar 7,16 persen menjadi USD 159.475,43 per kilogram dari sebelumnya USD 148.818,84 per kilogram. Harga Referensi (HR) emas turut meningkat menjadi USD 4.960,24 per troy ounce (t oz) dari USD 4.628,79 per t oz.
Baca Juga:
Kemendag dan OIBA Jepang Jajaki Kemitraan, Buka Jalur Ekspor Teknologi Pertanian dan Produk Industri
Penetapan HPE dan HR tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 123 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Aturan ini berlaku untuk periode 15–28 Februari 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, mengatakan penguatan HPE konsentrat tembaga dipengaruhi kenaikan harga tembaga dunia.
“HPE konsentrat tembaga menguat karena kenaikan harga tembaga dunia. Faktor berikutnya adalah keterbatasan pasokan tembaga yang diikuti peningkatan permintaan untuk kebutuhan industri, khususnya sektor kelistrikan, manufaktur, dan energi,” ujar Tommy dalam keterangan tertulis.
Baca Juga:
Bupati BatangHari Didesak Copot Kades Kembang Seri Akibat Perbuatan Perselingkuhan
Ia menambahkan, kenaikan harga mineral penyusun konsentrat tembaga menjadi dasar penghitungan HPE periode kedua Februari 2026. “Selama periode pengumpulan data, tercatat harga tembaga naik 4,05 persen, emas naik 7,16 persen, dan perak naik 9,61 persen,” kata dia.
Sementara itu, kenaikan HPE dan HR emas dipicu meningkatnya permintaan global. Lonjakan permintaan tersebut terutama berasal dari sektor perhiasan dan kebutuhan industri.
Penetapan HPE dan HR dalam beleid tersebut didasarkan pada masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Data yang digunakan mengacu pada London Metal Exchange (LME) untuk tembaga serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.